Kabin pesawat : Tekanan Udara, Kelembaban, Dehidrasi

banner 468x60)
Kabin-Penumpang-Pesawat-Terbang

Ilustrasi suasana dalam kabin pesawat

 

Seperti yang kita ketahui bahwa kabin pesawat adalah merupakan tempat yang bertekanan (baca juga : Perjalanan Udara ), dimana tekanan pada saat jelajah lebih rendah dari tekanan udara permukaan air laut.

Pada penerbangan dengan ketinggian jelajah 11.000 – 12.200 meter (36,000 -40,000 feet), tekanan udara didalam kabin sama dengan tekanan udara diluar pada ketinggian 1800 – 2400 meter (6000 – 8000 feet) diatas permukaan air laut.

Hal yang bisa terjadi disini adalah adanya hypoxia (kekurangan oksigen) dan gas expansion. Namun efek ini masih dapat ditolerir untuk kesehatan penumpang.

OXYGEN DAN HYPOXIA

Meskipun tekanan dalam cabin rendah namun di cabin masih mempunyai cukup oksigen untuk kesehatan penumpang dan crew.

Dengan alasan timbulnya hipoksia ini maka untuk orang dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, paru, dan penyakit darah seperti anemia (sickle cell anemia), diperbolehkan terbang dengan  memerlukan tambahan oksigen selama penerbangan.

EKSPANSI GAS

Permasalahan lain yang timbul dari tekanan kabin yang rendah adalah adanya ekspansi gas yang diakibatkan berkurangnya tekanan dalam kabin. Akibatnya gas tersebut bisa terperangkap dalam tubuh kita.

  • TELINGA DAN HIDUNG : Hal ini terjadi akibat udara yang keluar dari telinga tengah dan sinus pada saat pesawat naik. Ini bisa dirasakan seperti adanya sensasi gas meletus dalam telinga. Pada saat pesawat turun, udara ini akan kembali masuk kedalam telinga tengah dan sinus untuk menyeimbangkan perbedaan tekanan. Kalau ini tidak terjadi maka telinga maupun sinus akan buntu dan keadaan lebih lanjut bisa menyebabkan nyeri pada telinga. Pada saat ini Anda disarankan untuk mengunyah sesuatu atau makan permen dimana akan membantu. Apabila hal ini tidak membantu, Anda bisa melakukan Valsalva manoeuvre yaitu dengan menutup hidung dengan tangan, mulut tertutup kemudian melakukan tekanan udara pendek kearah telinga.Untuk anak-anak ataupun bayi, dapat dilakukan dengan memberikan makanan/minuman untuk mengurangi gejala ini.  Orang yang mempunyai masalah gangguan telinga, hidung dan sinus sebaiknya menghindari penerbangan dengan udara dimana akan kesulitan untuk menyeimbangkan perbedaan tekanan udara. Apabila terpaksa dengan udara, dapat menggunakan decongestan nasal sebelum take off dan sebelum pesawat turun.
  • PERUT : Kadang kala saat pesawat naik, gas akan ekspansi dalam perut dan menimbulkan ketidak nyamanan. Hal ini biasa terjadi ringan.

CABIN DECOMPRESSION

Risiko kabin bertekanan adalah potensi kabin mengalami dekompresi. Hal ini dapat terjadi  karena kerusakan sistem tekanan, atau kerusakan pada pesawat.

SLOW DECOMPRESSION

RAPID DECOMPRESSION

Akibat penurunan tekanan secara bertahap didalam kabin. Akibat kehilangan tekanan secara mendadak didalam kabin pesawat. Hal ini terjadi dalam beberapa detik.

EFEK DALAM KABIN

EFEK FISIOLOGIS  EFEK DALAM KABIN

EFEK FISIOLOGIS 

  • Dekompresi lambat ini sering tidak jelas.
  • Biasanya akibat dari jendela yang retak, segel pintu rusak dan ditandai dengan suara mendesis atau siul dari pintu, juga bisa diakibatkan kerusakan di system bertekanan.
  • Awak kabin mungkin tidak melihat perubahan yang terjadi hingga tiba-tiba oksigen masker akan keluar.
  • Gangguan dengan ketidak nyamanan pada telinga.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri perut karena ekspansi gas.
  • Suara ledakan keras diakibatkan benturan massa udara didalam dan diluar.
  • Udara yang cepat seperti udara yang keluar.
  • Adanya penurunan suhu kabin.
  • Masker oksigen akan dikeluarkan apabila ketinggian mencapai 14000 kaki.
  • Kabut asap , benda yang berterbangan dalam kabin pesawat.
  • Kesulitan bernafas akibat asap dan hipoksia.
  • Terjadi kebingungan dan poor communication akibat kebisingan yang timbul.

CABIN HUMIDITY & DEHYDRATION

  • Low humidity : Didalam kabin tingkat kelembaban kurang dari  20 % (kelembaban dirumah biasanya lebih dari 30 %).
  • Akibat dari kelembaban yang rendah maka kulit akan menjadi kering, ketidak nyamanan pada mata, telinga dan mulut.
  • Hal ini dapat dikurangi dengan menggunakan pelembab kulit, saline nasal spray untuk melembabkan hidung.
  • Kelembaban yang rendah tidak berpengaruh terhadap dehidrasi dalam tubuh sehingga tidak dianjurkan untuk minum berlebihan didalam penerbangan.

 

References :

  • Flight Operation Briefing Notes; Cabin Decompression Awareness; Airbus 2007.
  • International Travel & Health ed. 2009; World Health Organization.

 

 

banner 468x60)

aircraft airlines cabin decompression dekompresi kabin pesawat

Author: 
author

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply